Mari Berbagi Kebaikan dan Kemuliaan...


Barang siapa yang mendorong perbuatan baik, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya. Barang siapa yang mendorong perbuatan buruk, niscaya ia pun akan memperoleh bagian dosanya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 4 : 85)


Tidaklah dunia menjadi menjadi obsesi seseorang, melainkan menjadi melekat di hatinya terhadap empat perkara;

  • kefakiran yang tak kenal kekayaan
  • keinginan yang tak pernah putus-putus.
  • kesibukan yang tak pernah habis
  • angan-angan yang tak ada putusnya

Sabtu, 08 Oktober 2016

// // Leave a Comment

kehilangan segala-galanya...

Seorang guru mengangkat uang 100rb rupiah di depan murid2 nya
Lalu ia bertanya "siapa yg mau uang ini?"

Semua murid mengangkat tangan mereka, tanda menginginkan utk mau..
Kemudian guru itu meremas uang 100rb itu dg tangannya dan kembali bertanya "sekarang siapa yang mau uang ini?"

Kembali semua murid mengangkat tangan mereka.
Selanjutnya ia melemparkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengan sepatunya sampai uang itu jadi kotor. Setelah betul2 kotor oleh debu ia berkata "sekarang siapa yang mau uang ini?"
Tetap saja seluruh murid mengacungkan tangan mereka.

Saat itulah sang guru memasukkan pelajarannya
"Inilah pelajaran kalian hari ini, betapapun kalian berusaha mengubah bentuk uang ini tidak akan berpengaruh kepada nilainya. Bagaimanapun kalian di hinakan, diremehkan, direndahkan, dilecehkan, dinistakan ataupun bahkan di fitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh. Ketika itu kalian akan tetap berdiri kokoh setelah terjatuh. Kalian akan memaksa seluruh orang untuk mengakui harga diri kalian..

Bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri dan nilainya, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya...
salam berkah utk saudaraku...
Read More
// // Leave a Comment

AL-QUR'AN DAN SANG JENDRAL

Sebuah kisah menggetarkan kalbu kita sahabat....
(diangkat dari KISAH NYATA)



PADA TAHUN 1525, penjara tempat orang tahanan terasa hening mencengkam. Jenderal Adolf Roberto, pemimpin penjara yg terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah² ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yg fanatik ... itu akan mendarat di wajah mereka

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara² Ayat Suci yang amat ia benci " Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan!!!" teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata

Namun apa yang terjadi? Laki² di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dg khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yg luasnya tak lebih sekadar cukup untuk 1 orang Dengan congkak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yg keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dg rokoknya yg menyala

Sungguh ajaib ... tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yg pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan pada sang algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih, "Rabbi, wa-ana 'abduka "

Tahanan lain yg menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz ... Insyaa Allah tempatmu di Syurga ."
Melihat kegigihan orang tua yg dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras² hingga terjerembab di lantai.

"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yg berhubung dg agamamu !!"

Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yg amat kucintai, Allah Subhanahu wa ta'ala ... Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yg amat bodoh ."
Baru saja kata² itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki² itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dg wajah bersimbah darah.
Ketika itulah dari saku baju penjaranya yg telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat²

" Berikan buku itu, hai laki² dungu!" bentak Roberto
" Haram bagi tanganmu yg kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!" ucap sang ustadz dg tatapan menghina pada Roberto

Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari² tangan sang ustadz yg telah lemah. Suara gemeretak tulang yg patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto

Laki² bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yg terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yg telah hancur
Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yg membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yg telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung
" Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini," suara hati Roberto bertanya-tanya.

Perlahan Roberto membuka lembaran pertama buku itu
Pemuda berumur tiga puluh tahunan itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan² "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yg telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yg dalam

Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yg dialaminya sewaktu masih kanak². Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto^
Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak²nya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini

Sore itu ia melihat peristiwa yg mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). *
*Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia
Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang² besi yg terpancang tinggi

Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yg kencang, membuat pakaian muslimah yg dikenakan berkibar-kibar di udara
Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup² pada tiang² salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib
Seorang bocah laki² mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yg telah senyap. Korban² kebiadaban itu telah syahid semua .
Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yg terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yg sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya

Sang bocah berkata dg suara parau, "Ummi ... ummi ... mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."
Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah
Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam

" Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah...
"Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi," jawab sang bocah memohon belas kasih
" Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka
" Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dg agak grogi
Tiba² "plak!" sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah
" Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yg bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yg jelek itu Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki² itu
Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka

Roberto sadar dari renungannya yg panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yg melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu
Pikirannya terus bergelut dg masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yg ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yg dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. *

*Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bagian pusar
Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yg amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yg sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..."
Hanya sebatas kata itu yg masih terekam dalam benaknya
Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yg membasahi wajahnya
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yg tadi menyiksanya habis²an kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yg telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." terdengar suara Roberto memelas

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dg buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah
Sang Abi dg susah payah masih bisa berucap, "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dg Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu."

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dg berbekal kalimah indah, "Asyhadu an-laa Ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullullah ...'. Beliau pergi menemui Rabbnya dg tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yg fana ini

Kemudian..Ahmad Izzah mendalami Islam dg sungguh² hingga akhirnya ia menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk Islam, sebagai ganti kekafiran yg di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya. Dialah ... "Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy "

Benarlah firman Allah ...
" Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui "
(QS:30:30)

Masya Allah...
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita menjadi lembut dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk ke dalam qolbu kita untuk tetap selalu taat kepada Allah SWT
Read More
// // Leave a Comment

"Saya Mengundurkan Diri Dari Jabatanku"

Suatu Ketika Seorang Ulama Yg Sdh Masyhur Yaitu Al Imam Al Qodhy Syekh Yusuf Bin Ismail An Nabhani Yg Menjabat Sbg Qodhy (Hakim) Di Lebanon Masa Itu.....Dihadapkan Kpd Suatu Kasus Pembunuhan.....

Maka Di Saat Persidangan Berlangsung, Didatangkan Pemuda Yg Menjadi Tersangka Pembunuhan.....Maka Terjadi Dialog Antara Syekh Yusuf An Nabhani Selaku Qodhy Dan Si Pemuda Tsb....

Syekh Yusuf Pun Bertanya : Apa Betul Kamu Telah Melakukan Kasus Pembunuhan ?????, Dijawab Pemuda Tsb : Iya...Betul...Saya Telah Membunuh Seseorang Wahai Syekh...,

Lalu Syekh Yusuf Bertanya Lagi : Kalau Boleh Kau Jelaskan Apa Motif Dari Pembunuhanmu Wahai Anak Muda ????.... Dijawab Oleh Pemuda Tsb : Orang Itu...Telah Menghina Rasulullah SAW terang2an....Saya Tdk Sanggup Lg Menahan Amarahku Terhadap Orang2 Yg Mencaci Rasulullah SAW Dihadapanku...Lantas Aku Bunuh Orang Tsb.......

Syekh Yusuf Diam Sejenak...Lalu Bertanya Lg : Tangan Yg Mana Kau Gunakan Utk Membunuh Org Tsb....Kanan Atau Kiri ???? Dijawab Oleh Pemuda Tsb : Tangan Kananku Ini Wahai Syekh......Lalu Tiba2 Syekh Yusuf An Nabhani Turun Dari Singgasana Hakim..Menuju Ke Arah Pemuda Tsb....Meraih Tangan Kanan Pemuda Tsb Lalu Menciumnya Berkali kali Seraya Berkata : Tangan Ini Kelak Yg Akan Membawamu Ke Sorga....Wahai Hadirin Sekalian.....Saksikanlah.....Mulai Hari Ini Saya Mengundurkan Diri Dari Jabatanku Selaku Qodhy Di Sini...

Krn Saya Tdk Akan Pernah Sanggup Menghukum Seseorang Yg Tlh Membunuh Krn Membela Kehormatan Rasulullah SAW.......... Demikian Cinta Dan Hormatnya Syekh Yusuf An Nabhani Kpd Rasulullah SAW....
Read More

Senin, 20 Juli 2015

// // Leave a Comment

Masjid Kaburaga, yuk Bangun Kembali.

Tak ingin berlama-lama dengan keprihatinan, Yayasan Sedekah Community, Sedekah.Net melakukan penggalangan dana untuk pembangunan kembali masjid di Kaburaga, Tolikara, Papua.
kami mengajak kaum Muslim menyisihkan rezeki lewat program "Masjid Kaburaga, yuk Bangun Kembali."

Kami sangat prihatin dan berempati atas musibah pembakaran Masjid Baitul Muttaqiin dan pemukiman kaum Muslimin di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua.






Semoga para korban diberikan kesabaran dan pihak berwajib dapat mengusut tuntas kasus kriminal ini.

Semoga para pelaku yang memusuhi Islam mendapatkan Hidayah/ Petunjuk dari Allah Ta'ala.

Salurkan donasi anda untuk renovasi Masjid dan pemukiman saudara Muslim kita di Papua dengan mentransfer ke rekening :

BCA a/n Sedekah C (Sedekah Community)

No.Rekening 87200.30.994

Konfirmasi Transfer :
Donasi Muslim Papua#NAMA#ALAMAT/NAMA KOTA#JUMLAH TRANSFER#TANGGAL TRANSFER# ke nomor 08777.888.5540

Semoga Allah Ta'ala memberikan balasan yang lebih baik.

Jazaakumullah Khairan
Read More

Jumat, 11 Juli 2014

// // Leave a Comment

Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Gaza Palestina


Gaza diserang besar-besaran, malam ini, mulai dari selatan hingga utara Jalur Gaza. Israel luncurkan perang kali ini dengan Sandi "The Solid Rock". Sementara Hamas menamakanya "Intifadhah Al Quds". Teman-teman relawan alhamdulillah dalam keadaan baik. Mohon doanya,"
tulis Ir. Nur Ikhwan salah satu relawan Indonesia di Gaza dalam pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta Selasa (8/7).
 
MER-C Gaza menambahkan bahwa sebuah serangan juga terjadi tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit Indonesia, Bayt Lahiya, Gaza Bagian Utara.
74 Warga Gaza Syahid dan 500 Lainnya Terluka Akibat Agresi Israel. Memasuki hari kedua operasi militernya ke Jalur Gaza (9/7/2014), tentara Israel menembakkan serangan ke lebih 500 sasaran yang mengenai rumah-rumah penduduk, masjid, dan area pertanian di kawasan tersebut.
Jubir Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, Asyraf Al-Qudrah, dalam rilisnya sebagaimana diberitakan Paltimes (9/7/2014) menyebutkan 7 warga Jalur Gaza syahid dalam serangan yang diarahkan ke perkampungan Al-Haj, Al-Halby, dan Radhy. Dua jam sebelumnya, militer Israel menembakkan rudalnya ke perkampungan pinggir Pantai Gaza yang menyebabkan 8 warga syahid dan lebih dari 15 orang lainnya luka parah yang kemudian dirawat di RS Nashir di Khan Yunus, Jalur Gaza.

Menyusul serangan yang meningkat ke seluruh wilayah Jalur Gaza beberapa waktu terakhir, hari ini MER-C Pusat Jakarta mengirimkan dana sebesar Rp 200juta ke Gaza yang terkumpul dari donasi masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan Gaza.

Melalui Cabang MER-C yang sudah resmi berdiri di Gaza sejak tahun 2010, donasi tersebut akan disalurkan secara langsung oleh para relawan Indonesia di Gaza yang saat ini berjumlah 19 orang
Sedekah.net bekerja sama dengan MER-C dalam

Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Gaza Palestina (silahkan kalau anda mau memberi lebih)

Donasi dapat dikirimkan ke rekening:
BCA, 686.0153678
•BSM, 700.1352.061
•BNI SYARIAH, 08.111.929.73
•BRI, 033.501.0007.60308
•BMI, 301.00521.15
•Mandiri, 124.0008111925
An. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)
 
Semoga Allah ta’ala mengikhlaskan niat kita dalam usaha untuk membantu saudara kita sesama muslim yang sedang mengalami musibah, seperti yang dialami saudara-saudara kita di bumi Al-Quds Palestina. Aamiin
***
Peduli Gaza Palestina – Yayasan Sedekah Community, Sedekah.Net
Read More

Selasa, 08 Juli 2014

// // Leave a Comment

Program pendidikan dan perlengkapan Buku & Alat tulis Yatim Duafa

Assalamualaikum Wr Wb, Tahun ajaran baru segera menjelang dan mulianya bersamaan dengan even Ramadhan di tahun ini
Yayasan Sedekah.Net siap menerima Donasi dari Bapak dan Ibu, untuk Biaya pendidikan Yatim Duafa Binaan kami dan penyediaan perlengkapan Pendidikan lainnya.
Kami ucapkan Jazakalah Khairan Katsirra sebelumnya. terima kasih donasinya, Teriring salam & doa tulus dari yatim duafa kami, semoga Allah membalasnya berkali-kali lipat,dimudahkan semua hajat-hajatnya, dan diberi keberkahan pada harta yg lainnya,amin.

 
Berikutnya fokus utama kami yaitu penyediaan bingkisan lebaran untuk yatim duafa.
salam,
yayasan Sedekah.net

berikut, dokumentasi proses persiapan dan pembagian buku dan alat tulis ditahun ajaran tahun lalu, yang terbagi dalam 4 tahapan
proses persiapan tahap 1

 
proses persiapan tahap 2

 
proses pengiriman

 
proses pengiriman

 
Sebagian yatim duafa penerima buku dan alat tulis, yang berphoto bersama di kamar pantinya
Read More

Minggu, 26 Agustus 2012

// // Leave a Comment

Gerakan Subuh Massal














Gerakan Subuh Massal adalah gerakan moral untuk membangkitkan semangat muslim untuk shalat berjamaah di masjid, terutama shalat subuh. Gerakan ini dipopulerkan melalui buku Misteri Shalat Subuh karangan Dr. Raghib As-Sirjani yang diterbitkan oleh Penerbit Aqwam (Jembatan Ilmu).

Begitu ucapan selamat datang yang dimuat di situs http://komunitassubuh.multiply.com/

Semoga gerakan ini tetap berjalan, walau webnya kini sudah tidak aktif lagi....

Ada saran lain saudaraku, untuk membangun gerakan Sholat subuh berjamaah dengan cara yang efektif dan menyenangkan...yu kita urun rembuk disini...mudah-mudahan sedekah.net bisa jadi wadah nasional untuk niat mulia ini, insya Allah
Read More